Garis putih di dekat gusi, tanda pertama gigi berlubang: menemukan dan memulihkan bercak putih
Bercak putih seperti kapur di dekat gusi gigi depan bisa jadi gigi berlubang tahap awal. Penyebabnya, cara memeriksa sebulan sekali, cara memulihkannya, dan kapan ke dokter gigi.
Sekilas
- Bercak putih seperti kapur di dekat gusi bisa jadi tanda awal gigi berlubang
- Angkat bibir atas sebulan sekali untuk memeriksa gigi depan
- Bercak berubah kuning atau cokelat? Segera ke dokter gigi
Saat melihat gigi depan anak, Anda mungkin menemukan garis putih keruh di dekat gusi dan bertanya "ini apa?". Jika warnanya bukan putih mengilap, melainkan putih buram seperti kapur, itu bisa menjadi tanda pertama gigi berlubang. Tahap ini masih bisa dipulihkan, jadi menemukannya lebih awal adalah hal terpenting.
Mengapa bercak putih muncul, dan mengapa sekarang adalah kesempatan?
Gigi berlubang tidak langsung dimulai dengan lubang hitam. Saat plak (kumpulan kuman) yang menempel di permukaan gigi memakan gula dari makanan dan menghasilkan asam, mineral sedikit demi sedikit larut dari lapisan luar gigi. Akibatnya, bagian yang tadinya halus dan mengilap berubah menjadi putih keruh seperti kapur. Inilah yang disebut lesi bercak putih (white spot lesion). Namun, tidak semua bercak putih adalah gigi berlubang. Bercak ini perlu dibedakan dari hal lain, misalnya bercak yang sudah ada sejak gigi tumbuh.
Bercak ini biasanya muncul seperti garis di perbatasan antara gusi dan gigi. Bagian ini sulit dijangkau sikat sehingga plak bertahan lama di sana. Terutama gigi depan atas, yang tertutup bibir atas sehingga sulit disadari orang tua.
Kabar baiknya, di tahap ini gigi belum berlubang. Permukaannya memang melunak, tetapi belum ada lubang, jadi fluoride dan menyikat gigi dengan teliti bisa mengisi kembali mineral yang hilang dan mengeraskannya kembali. Sebaliknya, jika masa ini terlewat, permukaannya runtuh menjadi lubang, dan sejak itu menjadi gigi berlubang yang sulit dipulihkan. Warna saja tidak bisa menunjukkan sejauh mana perkembangannya, jadi periksakan ke dokter gigi.
Mudah berpikir "gigi susu kan nanti copot, jadi tidak apa-apa", padahal geraham susu dipakai lama, sampai sekitar usia 10–12 tahun. Jika ada bercak putih di gigi depan, itu bisa menjadi tanda bahwa gigi lain juga berisiko tinggi berlubang, jadi inilah saatnya meninjau kebiasaan sehari-hari.
Periksa dan rawat sebulan sekali dengan cara ini
Memeriksanya tidak sulit. Jika Anda menetapkan tanggal sebulan sekali, Anda tidak akan lupa.
- Di tempat yang terang, baringkan anak di pangkuan, atau duduk di belakang anak dan sandarkan kepalanya sedikit ke tubuh Anda.
- Lap permukaan gigi depan sekali dengan kain kasa bersih untuk menghilangkan air liur. Bercak putih lebih mudah terlihat jika gigi kering.
- Angkat bibir atas perlahan dengan jari, lalu periksa gigi depan atas sampai ke garis gusi.
- Periksa juga gigi depan bawah dan geraham yang terlihat dengan cara yang sama.
- Jika terlihat bercak putih, catat letaknya atau simpan fotonya, lalu tunjukkan saat pemeriksaan berikutnya.
Jika Anda menemukan bercak, rawat di rumah dengan cara ini.
- Sikat bagian itu lebih teliti dengan pasta gigi berfluoride. Untuk usia 3 tahun ke atas, gunakan seukuran biji kacang polong.
- Untuk sikat gigi sebelum tidur, meski anak menyikat lebih dulu, orang tua yang menyelesaikan. Saat tidur, air liur berkurang sehingga gigi berlubang mudah berkembang.
- Berikan camilan dan minuman manis hanya pada waktu tertentu, dan di luar itu berikan air putih. Kebiasaan menyeruput minuman manis sedikit-sedikit dalam waktu lama paling merugikan.
- Selalu sampaikan juga kepada dokter gigi bahwa Anda menemukan bercak.
Kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap bercak putih sebagai "gigi yang putih karena bersih". Ingat perbedaannya: gigi sehat tampak mengilap, sedangkan bercak putih tampak buram tanpa kilap. Jika anak tidak suka bibirnya diangkat, coba lihat cermin bersama dan jadikan permainan, misalnya "yuk, kita lihat apakah teman-teman gigi baik-baik saja?".
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah bercak putih benar-benar bisa mengeras kembali?
Jika gigi belum berlubang, fluoride dan menyikat gigi dengan teliti bisa mengeraskannya kembali. Meski bekas putihnya masih tersisa, bisa jadi bercak itu sudah berhenti dan tidak bertambah parah. Namun, jika kebiasaannya tetap sama, bercak bisa berkembang lagi, jadi perhatikan juga waktu camilan dan sikat gigi sebelum tidur.
Ada bercak, tetapi anak tidak merasa sakit. Apakah tetap perlu ke dokter gigi?
Gigi berlubang tahap awal biasanya tidak sakit. Kesempatan untuk memulihkannya justru didapat jika diperiksa saat belum sakit, jadi sampaikan kepada dokter gigi.
Bercak putih berubah menjadi kuning. Apakah sudah terlambat?
Warna saja tidak bisa menunjukkan sejauh mana perkembangannya. Bisa jadi gigi berlubang yang sudah berkembang, atau bekas yang sudah berhenti, jadi daripada menyalahkan diri, cukup segera periksakan ke dokter gigi.
Apa yang diperiksa saat pemeriksaan?
Pada pemeriksaan di masa ini, dokter gigi memeriksa gigi berlubang di sela geraham dan bercak putih tahap awal, sekaligus meninjau penggunaan fluoride dan kebiasaan camilan. Jika ada bercak yang Anda temukan di rumah, jangan lupa tunjukkan saat itu.
Kapan perlu ke dokter gigi
- Anda menemukan bercak atau garis putih seperti kapur di dekat gusi
- Bercak berubah menjadi kuning atau cokelat
- Permukaan bercak terasa kasar atau cekung
- Bercak makin meluas atau muncul di beberapa gigi
- Terlihat titik hitam atau lubang pada gigi
Dapatkan di waktu yang tepat
Masukkan tanggal lahir anak Anda (atau perkiraan tanggal persalinan) di aplikasi Kalender Gigi, dan artikel-artikel ini akan datang sebagai pengingat tepat saat dibutuhkan. Gratis, tanpa daftar.
Sumber
- AAPD · Policy on Early Childhood Caries (ECC): Classifications, Consequences, and Preventive Strategies (2023)
- MOHW_KR · 영유아 건강검진(구강검진) 안내 (2024)
Informasi dalam artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan perawatan gigi profesional. Konsultasikan kondisi anak Anda dengan dokter gigi.