Pemeriksaan gigi rutin 6 bulanan: mengapa tetap perlu meski tidak sakit
Gigi berlubang awalnya tidak sakit, jadi sulit disadari di rumah. Simak apa yang dilakukan saat pemeriksaan 6 bulanan, persiapannya, dan tanda untuk tidak menunggu jadwal.
Sekilas
- Pemeriksaan dan fluoride varnish setiap 6 bulan
- Gigi berlubang di tahap awal tidak terasa sakit, jadi sulit dilihat di rumah
- Jadwalkan kunjungan berikutnya sebelum pulang
"Tidak ada yang sakit, apa harus tetap ke dokter gigi setiap 6 bulan?" Pertanyaan ini sering muncul menjelang jadwal pemeriksaan rutin. Saat gigi berlubang mulai terasa sakit, sering kali kerusakannya sudah cukup jauh. Berikut mengapa pemeriksaan rutin diperlukan, apa yang dilakukan, dan bagaimana menyiapkannya.
Gigi berlubang di tahap awal tidak terasa sakit
Di tahap awal, gigi berlubang tidak terasa sakit. Mula-mula permukaan gigi hanya tampak putih keruh seperti kapur, sehingga sulit terlihat bahkan oleh orang tua. Terutama gigi berlubang yang mulai di dalam alur gigi geraham atau di permukaan tempat dua gigi bersentuhan, sulit ditemukan hanya dengan melihat di rumah.
Anak juga sulit mengatakan dengan jelas "gigiku aneh". Karena itu, jika menunggu sampai anak mengeluh sakit, perawatannya cenderung menjadi lebih besar. Jika ditemukan di tahap awal saat masih berupa bercak putih, perkembangannya bisa dihentikan atau diperlambat dengan fluoride dan perbaikan kebiasaan, tetapi setelah berlubang, perawatan diperlukan.
Pemeriksaan dengan jarak 6 bulan adalah cara paling andal untuk menemukan perubahan kecil ini selagi perawatannya masih sederhana. Saat pemeriksaan rutin, biasanya dilakukan hal-hal berikut.
- Memeriksa apakah ada gigi berlubang atau perubahan awal.
- Mengoleskan fluoride varnish oleh tenaga profesional untuk menguatkan permukaan gigi.
- Memberi arahan cara menyikat gigi yang sesuai usia anak.
- Meninjau pola makan seperti camilan, minuman, dan menyusu.
- Memantau gigi yang tumbuh dan berganti.
Untuk anak dengan risiko gigi berlubang tinggi, dokter gigi mungkin menyarankan jarak kunjungan yang lebih pendek. Jika dokter gigi sudah menentukan jaraknya, ikuti saja.
Sebelum berangkat dan sepulang periksa
Sebelum berangkat, siapkan ini.
- Sikat gigi di rumah sebelum berangkat. Gigi yang bersih membuat perubahan kecil lebih mudah terlihat.
- Buka peta gigi di aplikasi dan catat pertanyaan Anda lebih dulu.
- Sampaikan jika ada bagian yang belakangan dikeluhkan sakit, pernah jatuh atau terbentur, atau ada obat yang sedang diminum.
- Buat janji pada jam saat anak sedang segar, dan hindari jam tidur siang.
Sepulang periksa, perhatikan ini.
- Jika anak mendapat fluoride varnish, tunda makan dan sikat gigi selama waktu yang dianjurkan klinik. Petunjuknya berbeda tergantung produk, jadi ikuti penjelasan yang disampaikan hari itu.
- Catat saran yang Anda dengar saat pemeriksaan, lalu langsung coba sejak hari itu.
- Setelah pemeriksaan selesai, langsung jadwalkan kunjungan 6 bulan berikutnya. Jika ditunda, jadwal pemeriksaan mudah terlewat.
Di antara jadwal pemeriksaan, sesekali periksa juga mulut anak di rumah. Di tempat yang terang, angkat sedikit bibir atasnya dan lihat permukaan luar gigi depan di bagian yang bertemu dengan gusi, lalu periksa juga warna alur di permukaan kunyah gigi geraham. Jika terlihat bagian putih atau titik cokelat yang tidak biasa, foto dan tunjukkan saat pemeriksaan agar lebih mudah dijelaskan. Catat tanggal pemeriksaan dan hal yang disampaikan dokter di catatan kunjungan dokter gigi aplikasi.
Jika anak takut ke dokter gigi, katakan dengan singkat dan ceria, misalnya "Nanti dokter mau lihat seberapa bersih kamu menyikat gigi." Jika rutin datang untuk pemeriksaan, dokter gigi tidak lagi menjadi tempat yang hanya didatangi saat sakit, tetapi tempat yang akrab, dan anak pun makin nyaman diperiksa.
Pertanyaan yang sering diajukan
Tidak ada yang sakit. Apakah tetap harus periksa?
Ya. Gigi berlubang di tahap awal tidak terasa sakit, jadi justru harus diperiksa saat tidak sakit agar bisa ditemukan lebih awal. Makin awal ditemukan, makin sederhana perawatannya.
Dokter gigi meminta anak kami datang lebih sering.
Jika anak pernah punya gigi berlubang atau risikonya tinggi, dokter gigi bisa menyarankan jarak yang lebih pendek dari 6 bulan. Saran ini disesuaikan dengan kondisi anak, jadi ikuti jarak tersebut.
Dokter gigi menyarankan rontgen. Apakah aman?
Dosis radiasi rontgen gigi sangat rendah, dan rontgen diambil saat perlu memeriksa hal yang tidak terlihat mata, seperti gigi berlubang di sela gigi. Jika ingin tahu mengapa perlu, jangan ragu bertanya.
Apakah fluoride varnish harus diberikan setiap kali?
Fluoride varnish sering diberikan bersamaan dengan pemeriksaan rutin. Jaraknya bisa berbeda tergantung risiko gigi berlubang, jadi ikuti petunjuk dokter gigi.
Anak menangis dan memberontak saat diperiksa.
Anak kecil menangis di dokter gigi itu sangat umum. Mulutnya tetap bisa diperiksa meski menangis, dan jika rutin datang, biasanya anak sedikit demi sedikit makin nyaman. Bermain "aaa" membuka mulut di rumah juga bisa membantu.
Jangan tunggu sampai jadwal berikutnya
- Anak mengeluh sakit gigi atau tidak nyaman saat makan
- Terlihat bercak putih atau noda cokelat di gigi
- Gigi cedera karena jatuh atau terbentur
- Gusi bengkak atau tampak ada nanah
- Anak hanya mau mengunyah di satu sisi
Dapatkan di waktu yang tepat
Masukkan tanggal lahir anak Anda (atau perkiraan tanggal persalinan) di aplikasi Kalender Gigi, dan artikel-artikel ini akan datang sebagai pengingat tepat saat dibutuhkan. Gratis, tanpa daftar.
Sumber
Informasi dalam artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan perawatan gigi profesional. Konsultasikan kondisi anak Anda dengan dokter gigi.