Blog Kalender Gigi
Ditinjau oleh dokter gigiKehamilan

Jangan langsung sikat gigi setelah mual muntah: cara melindungi gigi saat hamil

Sikat gigi tepat setelah muntah bisa mengikis gigi yang dilunakkan asam lambung. Simak cara berkumur, menunggu sekitar 30 menit, dan tips saat bau pasta gigi membuat mual.

Sekilas

  • Setelah muntah, berkumur dengan air dulu
  • Tunggu sekitar 30 menit sebelum sikat gigi
  • Tidak tahan bau pasta gigi? Coba yang beraroma ringan

Setelah muntah karena mual di awal kehamilan, mulut terasa asam dan tidak nyaman, jadi rasanya ingin langsung sikat gigi. Padahal, menyikat gigi saat itu juga justru bisa membebani gigi. Berikut urutan melindungi gigi setelah muntah, ditambah tips saat menyikat gigi saja sudah terasa berat.

Mengapa tidak boleh langsung sikat gigi setelah muntah

Saat muntah, asam lambung yang naik dari perut mengenai gigi. Asam lambung sangat kuat, sehingga lapisan luar gigi (email) menjadi lunak untuk sementara. Jika digosok dengan sikat gigi dalam keadaan ini, permukaan yang melemah itu lebih mudah terkikis daripada biasanya.

Untungnya, keadaan lunak ini tidak berlangsung lama. Air liur mengencerkan asam di mulut dan membantu permukaan gigi mengeras kembali. Karena itu, setelah muntah sebaiknya Anda berkumur dulu untuk membilas asam, lalu menunggu sebentar sebelum sikat gigi.

Muntah sekali atau dua kali tidak akan merusak gigi. Yang perlu diwaspadai adalah muntah yang sering dan berlangsung berbulan-bulan. Dalam keadaan itu, bagian belakang gigi depan, yang paling sering terkena asam, bisa perlahan menipis. Gigi yang terkikis seperti larut karena asam ini disebut erosi asam. Email yang sudah terkikis tidak bisa tumbuh lagi, jadi mencegahnya sejak awal itu penting.

Selama masa mual, perut kosong sering membuat Anda makin mual, sehingga Anda makan sedikit-sedikit tetapi sering. Jika Anda menyesap minuman asam atau bersoda sepanjang hari, mulut jadi lebih lama terendam asam. Kebiasaan ini juga melemahkan gigi, jadi sebaiknya dikurangi.

Kabar baiknya, erosi asam sebagian besar bisa dicegah dengan beberapa kebiasaan kecil.

Berkumur, tunggu, lalu sikat dengan lembut

Setelah muntah, ingat urutan ini.

  1. Pertama, berkumurlah beberapa kali dengan air putih biasa, lalu buang.
  2. Jika bisa, berkumurlah sekali lagi dengan air soda kue. Cukup larutkan 1 sendok teh soda kue dalam segelas air. Ini membantu menetralkan asam. Setelah berkumur, buang airnya.
  3. Sikat gigi setelah sekitar 30 menit. Selama itu, air liur membantu permukaan gigi mengeras kembali.
  4. Saat menyikat, pakai sikat gigi berbulu lembut dan sikat perlahan tanpa menekan.

Banyak ibu hamil langsung mual hanya karena mencium bau pasta gigi. Jika begitu, coba ganti dengan pasta gigi beraroma ringan atau pasta gigi anak. Jika memakai pasta gigi anak, pastikan produknya mengandung fluoride. Fluoride membantu melindungi gigi ibu.

Jika memasukkan sikat gigi ke mulut saja sudah membuat ingin muntah, coba ganti dengan sikat gigi berkepala lebih kecil. Jangan masukkan terlalu dalam sampai ke pangkal lidah, dan tidak apa-apa menyikat gigi pada jam saat perut terasa lebih nyaman. Jika pagi hari paling berat, Anda bisa membaginya dengan menyikat lebih teliti di sore atau malam hari.

Siapkan segelas air di samping tempat tidur atau di kamar mandi agar Anda bisa langsung berkumur setelah muntah. Ada juga yang menyegarkan mulut dengan air lemon atau minuman asam, tetapi itu juga asam dan tidak membantu gigi. Air putih atau air soda kue adalah pilihan paling aman.

Mual muntah biasanya mereda seiring waktu. Tidak apa-apa jika di masa yang berat ini Anda tidak selalu bisa melakukannya dengan sempurna. Cukup ingat urutan "berkumur, tunggu, baru sikat gigi", dan gigi Anda sudah cukup terlindungi.

Pertanyaan yang sering diajukan

Mulut terasa sangat tidak nyaman selama menunggu 30 menit.

Berkumur dengan air atau air soda kue sampai bersih bisa banyak mengurangi rasa asam dan baunya. Berkumur boleh dilakukan berkali-kali, jadi berkumurlah sampai terasa nyaman, dan tunda saja sikat giginya sebentar.

Setelah masa mual berakhir, apakah gigi yang menipis bisa pulih?

Email yang sudah terkikis tidak tumbuh lagi. Karena itu kebiasaan berkumur dan menunggu selama masa mual sangat penting. Jika gigi sudah terasa ngilu atau tampak menipis, periksakan ke dokter gigi.

Bolehkah ke dokter gigi saat masih sering mual?

Boleh. Jika gigi ngilu atau sakit, Anda bisa berobat ke dokter gigi kapan saja selama kehamilan. Jika berbaring di kursi periksa membuat perut tidak nyaman, sampaikan lebih dulu. Untuk perawatan yang tidak mendesak, trimester kedua, saat mual biasanya sudah mereda, mungkin terasa lebih nyaman.

Bolehkah sikat gigi hanya dengan air, tanpa pasta gigi?

Di hari ketika bau pasta gigi benar-benar tidak tertahankan, menyikat gigi dengan air saja tetap lebih baik daripada tidak menyikat sama sekali. Namun jangan dilakukan terlalu lama. Lebih baik cari pasta gigi berfluoride beraroma ringan sebagai gantinya.

Kapan perlu ke dokter gigi

Dapatkan di waktu yang tepat

Masukkan tanggal lahir anak Anda (atau perkiraan tanggal persalinan) di aplikasi Kalender Gigi, dan artikel-artikel ini akan datang sebagai pengingat tepat saat dibutuhkan. Gratis, tanpa daftar.

Sumber

Informasi dalam artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan perawatan gigi profesional. Konsultasikan kondisi anak Anda dengan dokter gigi.

← Semua artikel