Saat anak jatuh dan gigi susu cedera: pertolongan pertama untuk gigi depan copot atau goyang
Gigi susu yang cedera biasanya cukup dipantau, tetapi tetap perlu diperiksa dokter gigi. Alasan gigi susu tidak dipasang kembali, langkah sesuai kondisi, dan tanda IGD lebih dulu.
Sekilas
- Jangan pernah memasang kembali gigi susu yang copot
- Goyang, terdorong masuk, atau bergeser? Ke dokter gigi secepatnya
- Pingsan, muntah, atau sangat mengantuk? IGD dulu
Saat anak mulai berjalan dan berlari, jatuh dan mulutnya terbentur adalah hal yang umum. Jika berdarah dan anak menangis, orang tua pun kaget dan bingung harus mulai dari mana. Berikut hal yang perlu dilakukan dengan tenang saat gigi susu cedera, serta tanda harus segera ke dokter gigi atau IGD.
Apa yang terjadi saat gigi susu cedera?
Di masa belajar berjalan dan berlari, anak sering jatuh ke depan dan mencederai gigi depan atas. Bentuk cederanya bermacam-macam. Gigi bisa goyang, terdorong masuk ke gusi, bergeser ke depan atau ke belakang, atau copot sama sekali. Gigi juga bisa patah, atau bibir dan gusi robek.
Sebagian besar cedera gigi susu cukup dipantau sambil menunggu pulih dengan sendirinya. Namun, ada alasan pemeriksaan dokter gigi tetap penting. Benih gigi permanen sedang tumbuh tepat di bawah gigi susu. Meski dari luar tampak baik-baik saja, apakah akar atau bagian di bawahnya ikut cedera hanya bisa diketahui di dokter gigi.
Dalam beberapa minggu setelah cedera, gigi bisa berubah menjadi abu-abu, kuning, atau kemerahan. Ini mudah membuat kaget, tetapi perubahan warna saja tidak langsung diobati. Warnanya kadang memudar dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan dan kembali seperti semula. Namun, perkembangannya perlu dipantau, jadi tunjukkan setiap kali pemeriksaan.
Ada beberapa hal yang sering membingungkan orang tua dalam situasi ini.
- "Darahnya sudah berhenti dan anak bermain seperti biasa, jadi tidak apa-apa": meski tampak baik-baik saja dari luar, kondisi benih gigi permanen di bawahnya tidak bisa diketahui. Periksakan ke dokter gigi di hari yang sama atau keesokan harinya.
- "Gigi yang copot direndam susu lalu dibawa, nanti dipasang kembali": itu untuk gigi permanen. Gigi susu tidak dipasang kembali.
- "Jika gigi menjadi abu-abu, sebentar lagi pasti copot": perubahan warna saja tidak berarti gigi akan copot atau langsung dirawat. Pantau sambil memperhatikan apakah ada tanda lain.
Saat terjadi cedera, lakukan ini
- Periksa kondisi anak lebih dulu. Jika anak sempat pingsan, muntah, atau sangat mengantuk, cedera kepala yang diutamakan, bukan gigi. Segera ke IGD.
- Jika berdarah, tekan. Tekan perlahan bagian yang berdarah dengan kain kasa atau handuk bersih. Darah di mulut tampak banyak, tetapi biasanya berhenti jika ditekan.
- Periksa bagian dalam mulut. Setelah anak sedikit tenang, angkat bibir atasnya perlahan dan lihat gigi depan serta gusinya. Periksa apakah gigi goyang, terdorong masuk, bergeser, atau copot.
- Cari giginya. Gigi susu yang copot sepenuhnya tidak dipasang kembali. Jika ditemukan, Anda bisa membawanya untuk ditunjukkan ke dokter gigi. Jika tidak ditemukan, dokter gigi perlu memeriksa apakah gigi itu copot atau terdorong masuk ke dalam gusi, jadi pastikan Anda menyampaikannya.
- Jika gigi goyang, terdorong masuk, atau bergeser, segera ke dokter gigi. Cedera lainnya juga periksakan ke dokter gigi di hari yang sama atau keesokan harinya.
- Rawat dengan lembut selama beberapa hari. Berikan makanan lunak, dan sikat bagian yang cedera perlahan dengan sikat gigi yang lembut. Menjaga kebersihan bagian yang cedera membantu proses pulih.
Jika warna gigi berubah, sebaiknya catat tanggalnya dan simpan fotonya. Ini membantu saat dokter gigi memantau perkembangannya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah gigi susu yang copot tidak bisa dipasang kembali?
Gigi susu tidak dipasang kembali, karena prosesnya bisa merusak benih gigi permanen tepat di bawahnya. Jika giginya ditemukan, bawa untuk ditunjukkan ke dokter gigi. Jika tidak ditemukan, minta dokter gigi memeriksa bahwa gigi itu tidak terdorong masuk ke dalam gusi.
Gigi terdorong masuk ke dalam gusi. Apa yang harus dilakukan?
Segera ke dokter gigi. Dokter akan memeriksa seberapa dalam dan ke arah mana gigi terdorong, lalu menentukan apakah cukup dipantau atau perlu penanganan lain. Jangan menarik atau menekan gigi di rumah.
Gigi depan yang cedera menjadi abu-abu. Apakah perlu perawatan saraf?
Perubahan warna saja tidak langsung ditangani dengan perawatan saraf. Warnanya kadang memudar seiring waktu. Namun, jika muncul benjolan bernanah di gusi, bengkak, atau anak kesakitan, kembalilah ke dokter gigi.
Apakah nanti gigi permanen juga bisa bermasalah?
Benih gigi permanen ada tepat di bawah gigi susu, jadi perlu dipantau apakah ada pengaruhnya. Kadang baru bisa diketahui saat gigi permanen tumbuh, jadi terus tunjukkan gigi yang pernah cedera saat pemeriksaan rutin.
Kapan harus segera ke dokter
- Anak sempat pingsan, muntah, atau sangat mengantuk (IGD lebih dulu)
- Gigi goyang, terdorong masuk ke gusi, atau bergeser
- Gigi copot sepenuhnya, atau gigi yang copot tidak ditemukan
- Darah sulit berhenti meski sudah ditekan
- Setelah beberapa waktu muncul benjolan bernanah di gusi atau gigi makin gelap
Dapatkan di waktu yang tepat
Masukkan tanggal lahir anak Anda (atau perkiraan tanggal persalinan) di aplikasi Kalender Gigi, dan artikel-artikel ini akan datang sebagai pengingat tepat saat dibutuhkan. Gratis, tanpa daftar.
Sumber
Informasi dalam artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan perawatan gigi profesional. Konsultasikan kondisi anak Anda dengan dokter gigi.