Mengurangi menyusu malam: cara bertahap mencegah gigi berlubang setelah gigi tumbuh
Setelah gigi tumbuh, menyusu malam sangat meningkatkan risiko gigi berlubang. Mengapa malam lebih berisiko, cara mengurangi setiap beberapa hari, dan kiat membersihkan gigi.
Sekilas
- Air liur sedikit di malam hari, jadi susu tertinggal di gigi
- Botol atau gelas sippy saat tidur? Hanya air putih
- Menyusu di malam hari? Bersihkan gigi sebelum tidur lagi
Banyak anak yang sudah lewat satu tahun masih terbangun beberapa kali di malam hari mencari ASI atau botol. Karena cepat tidur lagi jika diberi susu, kebiasaan ini tidak mudah dihentikan. Namun, setelah gigi tumbuh, menyusu malam mudah berujung pada gigi berlubang. Berikut alasannya dan cara menguranginya agar tidak terlalu berat bagi anak.
Mengapa makan di malam hari lebih merugikan gigi?
Di siang hari, air liur terus keluar sehingga membilas sisa makanan di mulut dan mengembalikan kekuatan gigi yang melemah karena makanan. Namun, saat tidur, air liur hampir tidak keluar. Karena itu, susu sapi, susu formula, atau ASI yang diminum di malam hari bertahan lama di permukaan gigi.
Terutama jika anak tertidur dengan botol di mulut, giginya seolah terendam susu sepanjang malam. Jika menyusu malam berlanjut setelah gigi tumbuh, keadaan ini berulang setiap malam. Akibatnya, gigi berlubang dini pada anak, yang dimulai dari gigi depan, mudah terjadi. Awalnya terlihat seperti garis putih di gigi depan atas dekat gusi, lalu jika berlanjut, warnanya berubah menjadi cokelat.
Ada beberapa salah paham yang umum di sini.
- "Susu kan bukan gula, jadi tidak apa-apa": susu sapi dan susu formula juga mengandung gula. Jika tertinggal di gigi sepanjang malam, gula itu menjadi bahan gigi berlubang.
- "ASI tidak apa-apa": menyusui punya banyak manfaat bagi anak. Namun, setelah gigi tumbuh, sebaiknya kurangi menyusu sepanjang malam setiap kali anak mau, dan bersihkan gigi setelah menyusu.
- "Ia bangun karena masih lapar": menyusu malam pada anak yang sudah lewat satu tahun lebih sering karena kebiasaan daripada kebutuhan gizi. Kebiasaan menyusu saat tertidur masih tersisa, sehingga setiap kali terbangun ia perlu menyusu lagi untuk tidur.
- "Gelas sedotan kan bukan botol, jadi tidak apa-apa": jika isinya susu atau jus, gelas sedotan sama saja. Gelas yang dibawa ke tempat tidur hanya diisi air putih.
Karena ini kebiasaan, artinya kebiasaan ini juga bisa diubah. Jika dikurangi perlahan setiap beberapa hari, anak pun bisa menyesuaikan diri.
Kurangi setiap beberapa hari dengan cara ini
- Beri susu, bersihkan gigi, lalu baringkan. Tetapkan urutan sebelum tidur, misalnya "menyusu, sikat gigi, membaca buku, tidur". Langkah pertama adalah memastikan anak tidak tertidur sambil mengisap botol atau menyusu.
- Botol untuk tidur hanya diisi air putih. Jika anak hanya bisa tidur dengan botol, ganti isinya dengan air putih.
- Kurangi frekuensi menyusu malam satu kali setiap beberapa hari. Mulailah dari waktu yang paling jarang ia minta. Saat ia terbangun, perpanjang sedikit demi sedikit waktu menenangkannya dengan memeluk atau menepuk-nepuk.
- Jika tetap memberi susu di malam hari, bersihkan gigi lalu tidurkan kembali. Lap atau sikat giginya perlahan dengan kain kasa atau sikat gigi. Menyikat perlahan terutama gigi depan agar ia tidak terbangun pun sudah membantu.
- Bereskan juga kebiasaan ngemil terus-menerus di siang hari. Jika hanya dikurangi di malam hari tetapi di siang hari anak terus menyeruput minuman, gigi tetap tidak punya waktu beristirahat.
Wajar jika di hari-hari pertama anak menangis dan rewel. Tidak apa-apa juga jika setelah dikurangi, frekuensinya bertambah lagi karena anak sakit atau suasananya berubah. Setelah kondisinya pulih, mulai lagi perlahan. Penting agar seluruh keluarga memakai cara yang sama, jadi sepakati urutannya lebih dulu dengan orang yang ikut mengasuh.
Selama mengurangi menyusu malam, tetap lanjutkan sikat gigi 2 kali sehari dengan pasta gigi berfluoride. Sikat gigi yang paling penting dalam sehari adalah sikat gigi sebelum tidur.
Pertanyaan yang sering diajukan
Sampai kapan menyusu malam harus dihentikan?
Patokannya adalah apakah gigi sudah tumbuh, bukan tanggal tertentu. Setelah gigi tumbuh, terutama setelah lewat satu tahun, sebaiknya kurangi menyusu malam secara bertahap. Kurangi setiap beberapa hari sesuai kecepatan anak.
Saya masih menyusui. Apakah tidak boleh menyusui di malam hari?
Bukan berarti tidak boleh. Setelah gigi tumbuh, kurangi menyusu sepanjang malam setiap kali anak mau, dan bersihkan giginya dengan kain kasa atau sikat gigi setelah menyusu.
Apakah anak yang sudah tidur harus dibangunkan untuk dibersihkan giginya?
Tidak perlu sampai dibangunkan. Cukup lap giginya perlahan dengan kain kasa setelah menyusu, sebelum ia tertidur. Yang paling baik adalah memindahkan waktu menyusu ke sebelum tidur, lalu membaringkannya setelah giginya dibersihkan.
Sudah dicoba berbagai cara, tetapi sangat sulit dihentikan.
Itu bisa terjadi. Kebiasaan tidur setiap anak berbeda, jadi satu cara tidak cocok untuk semua anak. Jika berkonsultasi dengan dokter anak atau dokter gigi, Anda bisa bersama-sama mencari cara yang cocok untuk anak Anda.
Kapan perlu ke dokter gigi
- Terlihat garis putih di gigi depan atas dekat gusi
- Muncul noda atau bintik cokelat pada gigi depan
- Anak enggan makan karena giginya ngilu atau sakit
- Menyusu malam sulit dihentikan sehingga Anda khawatir dengan gigi berlubang
- Sudah lewat 6 bulan sejak gigi pertama tumbuh, tetapi belum pernah ke dokter gigi
Dapatkan di waktu yang tepat
Masukkan tanggal lahir anak Anda (atau perkiraan tanggal persalinan) di aplikasi Kalender Gigi, dan artikel-artikel ini akan datang sebagai pengingat tepat saat dibutuhkan. Gratis, tanpa daftar.
Sumber
Informasi dalam artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan perawatan gigi profesional. Konsultasikan kondisi anak Anda dengan dokter gigi.